Thursday, May 12, 2016

Fakta Mengenai Kulit dalam Al Quran

Assalamualaikum guys,


Pada tubuh manusia, kulit memiliki banyak fungsi, mulai dari pelindung otot, pengontrol suhu tubuh, hingga menjadi indikator pertama timbulnya suatu penyakit dalam tubuh. Pada fungsi indikator timbulnya penyakit ini misalnya adalah ketika kulit kita pucat dapat merupakan tanda anemia yang menunjukkan kekurangan zat besi yang cukup untuk membuat hemoglobin, yang bertanggung jawab untuk transportasi oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

http://www.cantikalamiku.com/wp-content/uploads/2014/07/penyebab-kulit-kering-dan-kusam.jpg

Dari fakta tersebut, kita bisa tahu bahwa sistem dalam tubuh kita ini telah sedemikian rupa Allah SWT rancang dengan sangat lengkap.
Berhubungan dengan kulit, ada salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menarik perhatian para ulama dan ilmuwan, khususnya mereka yang memiliki spesialisasi disiplin ilmu kedokteran kulit. Ayat ini menjelaskan tentang pedihnya siksa neraka. Dan salah seorang pakar kulit, Prof. Tagada Sahlul, dari Universitas Chiang Mai, menjadi beriman (masuk Islam) setelah membaca dan memahami ayat ini,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
 “Sesungguhnya, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana,” (QS. An-Nisa: 56).
Imam ath-Thabari menafsirkan ayat ini dengan mengutip beberapa riwayat dari para sahabat. Salah satunya adalah, yang diungkapkan oleh Ibnu al-Mubarak dari al-Hasan, yang menjelaskan tentang kalimat “kullamaa nadhijat juluuduhum, baddalnaahum juluudan ghairahaa (setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain),” dia mengatakan, “Kulit orang-orang kafir itu terbakar dan menjadi hangus sekitar tujuh puluh ribu kali dalam sehari.”
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengungkapkan cerita yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, tentang Umar bin Khathab dan seseorang yang membacakan ayat ini di hadapannya. Ketika orang itu membaca kullamaa nadhijat juluuduhum, baddalnaahum juluudan ghairahaa (setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain), Umar berkata, “Ulangi bacaan itu untukku,” orang itu pun mengulangi bacaan pada ayat tersebut.
Pada saat yang bersamaan Mu’adz bin Jabal sedang bersama Umar. Mu’adz berkata, “Aku mengetahui tafsirnya. Setiap jam, kulit mereka diganti kulit baru sebanyak seratus kali.”
Umar berkata, “Seperti itulah aku mendengar (tafsirnya) dari Rasulullah SAW.”
Dalam kitab Tafsir al-Baidhawi disebutkan, “Kulit yang hangus terbakar itu akan kembali menjadi baru, yaitu dengan hilangnya semua bekas luka bakar, sehingga kulit itu kembali pulih seperti sediakala.”
Beberapa pandangan para penafsir tersebut mewakili inti makna yang diuraikan oleh para mufasir al-Qur’an.
Allah SWT menciptakan kulit dengan struktur dan sistem yang luar biasa. Secara topografis, kulit manusia sangat berbeda dengan kulit berbagai jenis makhluk lain, seperti hewan mamalia dan reptil. Sebagaian kulit hewan memiliki banyak bulu yang melapisi sebagian besar permukaan kulit tubuhnya. Sedangkan pada kulit manusia, bulu tidak menyebar dengan kuantitas yang rata di seluruh permukaan kulit. Ada permukaan kulit yang memiliki kuantitas bulu yang tipis serta jarang-jarang, ada pula bagian pada permukaan kulit yang memiliki kuantitas bulu yang cukup lebat. Seperti kumis, janggut, alis, dan bulu mata pada wajah. Tidak hanya akibat efek dan fungsi-fungsi biologis tertentu yang menyebabkan tumbuhnya kumis, janggut, alis dan bulu mata, tetapi juga fungsi-fungsi estetika yang memang telah Allah SWT atur sedemikian rupa


Sumber:
https://www.islampos.com/subhanallah-allah-telah-terangkan-perihal-kulit-manusia-dalam-al-quran-1-205699/
http://quran.com/4/56

Fakta Piramida Mesir dalam Al Quran

Assalamualaikum guys,

Ilmuan sejak bertahun-tahun yang lalu melakukan penelitian tentang cara pembangunan Piramida di Mesir. Banyak spukulasi yang muncul dan membuat mereka bingung dengan metode yang digunakan bangsa Mesir kuno untuk dapat membuat bangunan berbentuk segitiga tersebut. Bahkan ada yang berspekulasi bahwa piramida dibangun oleh bangsa alien. 

Setelah penelitian bertahun-tahun, akhirnya ilmuan menemukan fakta bahwa bangunan makam para Raja Mesir ini dibuat dengan menggunkan tanah liat yang kemudian dipanaskan. Dibalik penemuan baru tersebut, ternyata Al-Qur'an sudah mengungkapkannya sejak 1400 tahun yang lalu. 


Tepatnya pada tahun 2006, harian Amerika Times edisi 1 Januari 2006 memberitakan hasil penelitian yang mengatakan bahwa Piramida dibuat dengan menggunakan tanah liat yang dipanaskan. Kajian dari Amerika-Perancis tersebut menerbitkan bahwa ketika tanah liat dipanaskan maka akan terbentuk batuan keras yang membuatnya tidak bisa dibedakan dengan batuan alam. 

Para ilmuan mengatakan, Firaun merupakan penguasa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Ia mahir dalam bidang ilmu kimia untuk memproses tanah liat berubah menjadi batu normal. Memang, jika dilihat dari spesifikasi batu yang digunakan, Piramida dibangun dengan teknik yang penuh misteri. 

Sebelumnya Profesor Gilles Hug. dan Dr. Michel Barsoum juga menegaskan bahwa Piramida dibangun dengan menggunakan batuan asli dan batu-batu yang dibuat dari tanah liat. 

Fakta yang sama juga diterbitkan oleh majalah “Journal of the American Ceramic Society” yang menuliskan bahwa Firaun menggunakan tanah jenis slurry untuk membina monumen yang tinggi, termasuk Piramid. Pasalnya tidak mungkin manusia bisa mengangkat batu-batu besar tersebut sampai ke puncak dengan berat hingga ribuan kilogram. 

Selain itu, ilmua asal Perancis, Profesor Davidovits juga  melakukan penelitian serupa dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut untuk dapat melihat bagian terkecil dari unsur batu. Hasilnya, Davidovits menegaskan bahwa batu itu dibuat dari lumpur. Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu untuk membedakan antara batu alam dengan batu buatan manusia.

Sang profesor mengatakan bahwa lumpur tersebut merupakan olahan dari lumpur kapur yang diberi garam dan kemudian dipanaskan. Bahan inilah yang menghasilkan terbentuknya campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan ke dalam tempat yang disediakan di dinding Piramid. Ringkasnya lumpur yang sudah diaduk menurut ukuran yang dikehendaki tersebut dibakar, lalu diletakkan di tempat yang sudah disediakan di dinding Piramid.

Ilmuan lain yang juga mengungkapkan hal serupa adalah ilmuan asal Belgium, Guy Demortier. Ia sudah bertahun-tahun mendedikasikan dirinya untuk meneliti Piramida. Setelah melakukan penelitian bertahun-tahun, akhirnya ia menemukan bahwa Piramid yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat. 

Fakta yang telah dihimpiun oleh para ilmuan selama bertahun-tahun ini memang merujuk pada pembangunan Piramida yang menggunakan tanah liat sebagai bahan utamanya. Namun fakta ini sudah terungkap secara gamblang dalam Al-Qur'an sejak ribuan tahun yang lalu. Allah SWT berfirman dalam Al-Qashash' 28:38 tentng bagaimana bangsa Mesir membangun Piramida. 


وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَل لِّي صَرْحًا لَّعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ


"Dan berkata Fir'aun: 'Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia dari orang-orang pendusta." (QS. Al-Qashash' 28:38). 

Firman ini jelas mengatakan bahwa Firaun menyuruh umatnya untuk membuat bangunan tinggi dari tanah liat. Ini sejalan dengan hasil  penelitian para ilmuan yang dilakukan bertahun-tahun lamanya. Padahal Allah SWT sudah lebih dahulu menuliskan fakta tersebut dalam kitab Umat Muslim ini. Al-Qur'an adalah kitab pertama yang menjelaskan rahasia bangunan Piramid, bukan para Ilmuwan Amerika ataupun Perancis.

Seperti diketahui, bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah pergi ke Mesir apalagi melihat Piramida, atau bahkan tidak pernah mendengar tentangnya. Terlebih Kisah Firaun sudah terjadi sejak ribuan tahun sebelum Nabi SAW lahir, dan pastinya tidak ada satupun orang yang tahu tentang rahasia pembangunan Piramid. Demikian juga dengan para Ilmuan yang hanya baru-baru ini saja mengetahui fakta tersebut dan pastinya menggunakan peralatan yang serba canggih dalam penelitiannya. 

Allah baru mewahyukan kepada Muhammad SAW bahwa Piramida yang dibangun terbuat dari tanah liat setelah beratus-ratus tahun kehancuran dinasti Firaun. Hal ini tentu membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW tidaklah berbicara mengikut hawa nafsunya melainkan petunjuk dari Allah SWT, Tuhan yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa. Dan Dia pula yang memberitahu kepada Nabi terakhir-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini telah menjadi saksi kebenaran kenabiannya di kemudian hari.

Al-Qur'an memang menjadi induk dari segala ilmu pengetahuan. Benarlah kata sang Nabi yang mengatakan bahwa Umat Islam harus berpegang teguh pada Al-Qur'an dan hadist. Pasalnya dua kitab ampun ini merupakan sumber pengetahuan yang ada disemesta. 



Tuesday, May 10, 2016

Fakta Menakjubkan Gunung di Al Quran

Assalamualaikum guys,

Pernahkah kalian mendaki gunung? Tampaknya, mendaki gunung saat ini sudah menjadi trend bagi anak muda. Anak muda berbondong-bondong datang ke berbagai daerah gunung, untuk mendaki dan melihat betapa indah dan megahnya wilayah pegunungan di Indonesia.

Dan dalam Al Quran pun juga memuat mengenai gunung. Tidak tanggung-tanggung, di dalam Al Quran tertulis fakta mengenai gunung yang baru-baru ini ditemukan oleh para peneliti.
Ayat yang memuat mengenai gunung ada pada Surat An Naba ayat 6-7
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا ﴿٦﴾
 وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا ﴿٧﴾
Artinya:
6. Bukankah Kami jadikan bumi suatu hamparan yang luas.
7. Dan gunung-gunung sebagai pasak?

Mari kita perhatikan pada ayat 7. Dituliskan gunung-gunung sebagai pasak. Tahukah kalian bahwa memang dibawah gunung, terdapat seperti akar yang berbentuk sebagai pasak. Fakta ini diketahui dari buku berjudul Earth yang dibuat oleh dua orang. Salah satunya adalah Professor Emeritus Frank Press yang dimana merupakan seorang mantan penasihat bagi presiden Amerika Serikat, dan juga merupakan mantan Ketua dari National Academy of Science di Amerika Serikat.

Bisa kita lihat dari ilustrasi diatas, dibawah gunung seperti ada akar yang berbentuk sebagai pasak. Akar atau pasak ini memiliki kedalaman yang bahkan melebihi ketinggian dari gunung itu sendiri. Fakta ini baru ditemukan pada abad ke-19.

Mari kita renungkan, apakah mungkin pada jaman Nabi Muhammad SAW, orang mampu membayangkan bahwa dibalik besarnya gunung terdapat akar dibawahnya yang menyerupai pasak?

Sumber:


https://en.wikipedia.org/wiki/Frank_Press

Monday, May 9, 2016

Fakta dan Rahasia Elemen Besi dalam Al Quran

Assalamualaikum guys,

Memang sungguh ajaib, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab Al Qur'an. Dan hal ini diperdebatkan sebagai salah satu hal yang dianggap sebagai salah satu kelemahan Al-Qur’an. Tetapi itulah Al-Qur'an, dan apakah ini akan menjadi salah satu kelemahan, atau malah salah satu pesona yang tak terbantahkan dari Al-Qur’an? Sehingga pertanyaan bagi orang awam tentunya, karakter apa yang menarik pada surat ini? Lalu, mengapa besi dijadikan salah satu nama surat dalam Al-Qur'an? Bukankah emas, misalnya, adalah logam mulia yang lebih berharga?

Surat ini turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Madinah. Oleh karena itu, bisa dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25. Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana "kilauan anak panah" yang menarik perhatian bagi kaum berakal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

" Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa."Qur’an surah Al-Hadiid 57 : 25

Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan "Kami ciptakan besi", padahal secara intrinksik seharusnya. "Kami turunkan besi", sebagaimana terjemahan "Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)". Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa "memang besi diturunkan dari langit". Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.

Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi. Perkiraan paling baik, energi yang dibutuhkan adalah empat kali energi sistem matahari kita, dengan demikian besi hanya dapat dihasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar daripada matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian meledak dahsyat sebagai nova atau supernova, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi, di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.

Karakter kedua, ketika menjelaskan besi "memberikan kekuatan yang hebat" barangkali pembaca membayangkan senjata pemusnah sekelas ICBM, Intercontinental Ballistic Missile (peluru kendali antarbenua) atau senjata pemusnah massal seperti senjata kimia. Tetapi bukan hanya itu. Nikmat yang paling besar yang diberikan Tuhan kepada umat manusia adalah "desain bumi". Bumi dan isinya dilindungi oleh Sabuk Van Allen yang membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi. Perisai dengan "kekuatan hebat" ini tidak dimiliki oleh planet-planet lain.

Sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut solar flares. Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.

Barangkali kita sekarang paham mengapa besi menempati salah satu judul surat di dalam Al-Qur'an. Inti besi dan nikel "melindungi makhluk bumi" berupa perisai elektromagnetik dengan "kekuatan yang hebat". Namun yang terpenting, Al-Qur'an ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa besi tidak dapat diproduksi di bumi. Oleh karena itu, ia langsung diturunkan dari langit untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.

Harap pembaca juga memperhatikan kodetifikasi di alam raya, solar flares terjadi 11 tahun sekali. Metonic cycle 19 tahun sekali, komet Halley rata-rata 76 tahun sekali mendekati bumi, penyesuaian Kalender Lunar mengikuti siklus 11 tahun dan 19 tahun.

Elemen Berat Besi, Fe-57

Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa "membedah" elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat¬sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui "keindahan" Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.

Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah 57. Terdiri dari al (31) dan hadid (26). Tabel al-jumal bisa dilihat pada table berikut :

TABEL AL- JUMAL, ATAU NILAI GEMATRIK TIAP HURUF ARAB


Fakta Pertama
Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid mempunyai nilai (al-junmal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3). Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3. Besi, menurut Peter Van Krogt ahli elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti "elemen suci" dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus Aurelius dan Commodus menghubungkan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58.


ISOTOP BESI


Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya terletak di tengah-tengah tabel periodik. Sedangkan Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron. Ini berbeda dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58 mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai "ionisasi energi" tingkat ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan), energi yang keluar untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3. Besi sendiri mempunyai 4 tingkatan energi--itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar 56,9354.

Fakta Kedua
Begitu kita mengenal karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:

§  Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan al-jumal dari al-hadid adalah 57 juga.
§  Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh al-jumal kafa hadid.
§  Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, ditunjukkan oleh al-jumal dari kata "al".
§  Koefisien 3, dari (19 x 3), ditunjukkan dengan ionisasi tingkat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol. Surat al-Hadid
§  mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
§  Peneliti al-Qur'an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Serikat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan "Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada" atau berarti juga "yang mempunyai 4 tingkatan energi".
§  Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan nomor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe-56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451. 
§  Enkripsi pada keempat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882 •
§  Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966 
§  Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka 19. 5+7+2+5=19
§  Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi diletakkan di tengah-tengah al-Qur'an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
§  Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib karena angka-angka tersebut merupakan:57x29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +...+ 57 atau (19 x 87)
Kata "besi" dalam al-Qur'an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda. Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang menarik lainnya adalah keterangan yang berhubungan dengan "rahasia" Dzulkarnain pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti "gua". Ayat tersebut berkisah tentang "pintu besi" yang dibangun oleh Dzulkarnain "di antara kedua puncak gunung". Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat. Tanda-tanda kiamat ini menarik perhatian ilmuwan Barat clan juga Winston Churchill, PM Inggris pada tahun 1940-an. Perhatian para ahli arkeologi Muslim terletak pada karakter siapa yang pas untuk Dzulkarnain dalam sejarah? Apakah Raja dari Macedonia (tafsir Yusuf Ali dan Prof. Dr. H. Mahmud Yunus mengatakan Iskandar Dzulkarnain dari Macedonia, sehingga mengundang kritikan ahli sejarah, karena tidak pas), Alexander Agung, ataukah Cyrius Kaisar dari Persia? Sedangkan perhatian Churchill, karena ramalan "perang besar yang akan terjadi" sebelum dunia kiamat, sebagian tercatat dalam Kitab Mulia Al-Qur'an, dengan versi lain jika dibandingkan dengan Bibel. Lalu siapakah Gog dan Magog (versi Barat), apakah kaum Kulit Kuning (Oriental), Hindu, animis, atau Komunis Rusia? Sedangkan Al-Qur'an menyebutnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj (al-Kahfi [181:94])? Belum diketahui pasti siapa mereka. Indikasi masa depan, ada berbagai kemungkinan. Namun, satu hal, tampaknya para arkeolog telah menemukan "Pintu Besi" yang dimaksud oleh al-Qur'an di Derbent, termasuk dalam wilayah Uni Sovyet dahulu, seperti tercantum dalam Encyclopedia Columbia, walaupun masih diperdebatkan di kalangan sejarawan modern, siapa sebenarnya yang membangun pintu besi tersebut, Alexander Agung ataukah Cyrius?

Encyclopedia Columbia edisi ke-6, mencatat bahwa Derbent ditemukan pada tahun 438 oleh bangsa Persia sebagai pertahanan yang strategis di Pintu Besi. Benteng tersebut masih ada clan diberi nama Tembok Kaukasia (Caucasian Wall) juga disebut Tembok Alexander. Dibangun oleh bangsa Persia (yang menemukannya) pada abad ke-6, untuk menahan serangan pendatang-pendatang dari daerah Utara.

Dengan demikian, Surat Besi ini menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjukkan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan' 19. Ramalan atau prophecy: Besi atau Pintu Besi Dzulkarnain diisyaratkan berhubungan dengan salah satu tanda datangnya kiamat - hancur secara fisik - ketika bangsa yang dinamakan Ya'juj dan Ma'juj menimbulkan kerusakan di bumi.


Diambil dari buku Matematika Alam Semesta karya Arifin Muftie


Sumber:
https://www.facebook.com/notes/satu-hari-satu-ayat-quran/rahasia-elemen-besi-fe-57-dalam-surat-al-hadiid-57/429477214650/
http://quran.com/57

Sunday, May 8, 2016

Fakta Mengenai Lautan Dalam (Deep Sea) di Al Quran

 Assalamualaikum guys,

Pada kesempatan kali ini hal yang akan kita bahas adalah fakta mengenai lautan dalam yang dituliskan dalam Al Quran. Lautan dalam sejak dulu selalu menyimpan banyak rahasia yang sampai sekarang pun masih susah untuk dipecahkan. Tapi, ada fakta yang tertulis di Al Quran mengenai lautan dalam ini.
Ayat yang memuat fakta tentang lautan dalam ini ada pada Surat An Nur ayat 40.

أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ {40}

Artinya:
Atau (keadaan amal orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya, hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun
Tahukah kalian, jika kita menyelam hingga kedalaman 200 m dibawah permukaan air (yang jelas sangat mustahil tanpa adanya peralatan menyelam) kita akan sangat susah menemukan cahaya alias sangat gelap sekali. Dan apabila kita mencapai 1000 m dibawah permukaan air, tidak ada cahaya SAMA SEKALI.

http://www.islam-guide.com/ch1-1-f-img1.jpg
Fakta ini diambil dari buku Oceans, yang dibuat oleh Elder dan Pernetta. Perlu kita ketahui bahwa buku ini diterbitkan pada tahun 1991. Tahun yang termasuk modern, dimana para peneliti dan ilmuwan sudah mempunyai berbagai macam alat yang memadai untuk melakukan percobaan mengenai laut dalam ini.
Selain itu, para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu.
Mari kita pikirkan bagaimana bisa pada jaman Nabi Muhammad SAW, suatu ayat bisa menyatakan fakta mengenai laut dalam selain karena Al Quran memang merupakan kitab yang paling benar dan penyempurna kitab sebelumnya.
Masya Allah sungguh besar kuasa-Nya

Sumber:
https://jejakjejakjejak.wordpress.com/2011/07/31/pembuktian-ayat-ke-40-surat-an-nur-dengan-saint/
http://www.islam-guide.com/frm-ch1-1-f.htm

http://www.quran30.net/2013/08/surat-nuur-ayat-1-64.html

Fakta Kecepatan Terbang Malaikat Menurut Al Quran

Assalamualaikum guys,

Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur'an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C .

http://www.speed-light.info/miracles_of_quran/images/speed_of_light_med.png

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 :
يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”
Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur'an yang lain?
Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur'an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat.
Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan
وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا
2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537]
وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا
3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat
فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا
4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang
Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat:
Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap.
Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 :
الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya?
Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur'an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!



Sumber:
http://quran.com/35
http://quran.com/79
https://www.facebook.com/SudahTahukahAnda/posts/402088236559784

Saturday, May 7, 2016

Fakta Mengenai Semut dalam Al Quran

Assalamualaikum guys,

“Disuntik ngga sakit kok dek, cuma kaya digigit semut”
Sering sekali kita mendengar kalimat ini saat kita kecil dulu hendak diimunisasi. Kita bukan membahas masalah disuntiknya, tapi kita akan membahas semut. Hewan kecil yang mempunyai gaya hidup yang sangat terorganisir oleh kawanannya ini sangat mudah dijumpai di kehidupan kita.

http://www.domyownpestcontrol.com/images/content/ant.jpg

Ada fakta yang tertulis dalam Al Quran yang menyebut hewan kecil satu ini. Fakta ini tertulis pada Surat An-Naml yang artinya merupakan semut. Tapi yang akan kita bahas adalah fakta sains yang ada pada ayat ke-18.
حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Artinya:
“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari
Mari kita perhatikan pada kata Kalat (قالت) semut (wanita). Di Al Quran tertulis bahwasanya semut yang tidak bisa terbang di tulis dengan Kalat (قالت) bukan dengan Kala (قال) yang juga berarti semut tapi untuk laki-laki. Sudah sangat jelas bahwasanya Al Quran pada beribu tahun yang lalu bisa menyatakan fakta bahwasanya semut tak bersayap adalah wanita. Sedangkan semut yang mempunyai sayap merupakan semut jantan/laki-laki. Fakta ini sungguh sangat menakjubkan. Bagaiman mungkin pada saat itu mereka mengetahui mengenai kelamin semut dari sayapnya. Masya Allah.

Sumber:


Wednesday, May 4, 2016

Hitung-hitungan Mengenai Al Quran (Angka 19)

Assalamualaikum guys,

Kali ini ada sedikit hitung-hitungan mengenai Al Quran. Tidak perlu takut akan kerumitan hitungan-hitungan ini, karena ini hitungan yang sangat simple dan basic.
Dalam Al Quran ada hitung-hitungan yang sangat unik. Hitung-hitungan ini berhubungan erat dengan angka 19
http://www.typomag.com/issue19/19.gif

  •  Bacaan basmallah tersusun dari 19 huruf بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
  • Basmallah’ muncul 114 kali didalam Al Quran, yang merupakan kelipatan dari 19
  • Banyaknya surat di Al Quran merupakan kelipatan dari 
  • Banyaknya ayat di Al Quran merupakan kelipatan dari 
  • Jumlah dari angka surat di Al Quran merupakan kelipatan dari 
  • Jumlah dari semua digit yang disebutkan di Al Quran merupakan kelipatan dari 
  • Sebutan “Allah” disebutkan dalam Al Quran jumlahnya merupakan kelipatan dari 
  • Jumlah dari tiap amgka ayat yang terdapat kata “Allah” merupakan kelipatan dari 19


Anda tidak percaya? Silahkan anda buktikan sendiri kebenaran dari angka 19 di dalam Al Quran

Sumber:

http://www.speed-light.info/miracles_of_quran/arithmetics.htm

Tuesday, May 3, 2016

Fakta Mengenai Lebah dan Madu di Al Quran

Assalamualaikum guys

Pada zaman sekaang ini siapa yang tidak kenal madu serta lebah? Kebanyakan orang pasti tahu tentang madu serta lebah lantaran banyak khasiatnya. Sampai kini, beberapa orang lebih mengetahui madu yang merupakan produk dari lebah yang berperan untuk mengatasi beragam penyakit.

Tetapi sesungguhnya Madu serta lebah memiliki keistimewaan yang lebih untuk mengatasi beragam penyakit. Keistimewaan lebah dan madu itu yaitu, madu serta lebah terdaftar dalam surat sendiri didalam Al-Qur’an.

http://sains.me/sainsme/wp-content/uploads/2013/03/worker_bee.jpg

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 69 :
وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibuat manusia. ” (QS. An-Nahl 68)

Keistimewaan Lebah dan Madu di Dalam Al Quran

Manfaat atau keistimewaan lebah dan madu pernah dikaji oleh ilmuwan Muslim yang populer di masa keemasan Islam. Ilmuwan itu yaitu Ibnu Sina (890-1037), yang di sebut sebagai bapak kedokteran dunia serta pemikir muslim agung di era ke-10 M itu terdaftar sebagai dokter yang sudah membahas tentang khasiat madu dari sisi kesehatan serta dunia kedokteran.

Manfaat dari madu bukan hanya untuk mengatasi beragam jenis penyakit. Bila kita mengambil hikmah dari surat An-Nahl ayat 69, kita bakal tahu bahwa product dari lebah yang bisa jadikan obat itu tak terbatas cuma pada madunya saja. Tetapi, banyak hasil olahan lebah yg tidak kalah berguna, salah satunya bisa berbentuk royal jelly, tepung sari (bee pollen) serta propolis lebah.

Seperti dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 69 :
ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Kemudian maknlah dari tiap-tiap (jenis) buah-buahan serta tempuhlah jalan Tuhanmu yang sudah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang berbagai macam warnanya, di dalamnya ada obat mengobati untuk manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu betul-betul ada sinyal kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan. ” (QS. An-Nahl 69)

Berdasar pada surat An-Nahl yat 69 itu, diterangkan bahwa bahan yang keluar dari perut lebah dengan berbagai macam warnanya bisa jadi penyembuh untuk manusia. Pada ayat itu tak diterangkan tentang obat untuk penyakit yang spesifik. Walau demikian, kenyataan dilapangan sudah menunjukkan bahwa product lebah bisa mengobati beragam penyakit.

Lebah memanglah makhluk Allah yang istimewa, ia bisa memberi khasiat serta kesenangan untuk umat manusia. Seperti yang diterangkan didalam Al-Qur’an, sebagaimana Allah memerintahkan lebah untuk bikin sarang dengan mengambil makanan (getah) dari beragam tipe tumbuhan untuk jadikan madu serta product lebah yang lain.

Madu memiliki banyak khasiat untuk kesehatan kita. Salah satunya yaitu madu bisa menyingkirkan zat beresiko yang mungkin saja sudah menumpuk dalam pembuluh darah serta usus. Di samping itu, madu dapat juga dijadikan penambah stamina jika digabungkan pada minuman. Menambah kekebalan badan dan menyingkirkan dahak saat batuk.


Itulah beberapa keistimewaan lebah dan madu. Ada banyak lagi khasiat yang bakal kita peroleh saat konsumsi madu baik dengan cara langsung di minum maupun digabungkan dengan makanan serta minuman. Khasiat yang lain yang ditambahkan Allah dari madu yaitu satu zat makanan yang memiliki rasa yang sangatlah enak, minuman yang memberi kesegaran serta pemanis alami yang sangatlah baik untuk dikonsumsi.

Sumber:
https://beritasantai.com/keistimewaan-lebah-dan-madu-di-dalam-al-quran.html/
http://quran.com/16/

Monday, May 2, 2016

Fakta Embrio Manusia di Al Quran

Assalamualaikum guys

Pada post pertama, saya memutuskan untuk membahas embrio. Kenapa embrio? Layaknya post pertama, embrio juga merupakan fase pertama dari manusia.
Diharapkan blog ini akan berkembang dan bertumbuh seperti embrio yang tumbuh menjadi manusia seutuhnya, haha.

Oke mari kita mulai pembahasannya.
Pembahasan mengenai embrio di Al Quran, bisa kita lihat pada Surat Al-Mu’minun ayat 12-14.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ {12}
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ {13}
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ {14}
Artinya:
"Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah."
"Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani, (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)."
"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik."

Yang ingin saya garisbawahi ada pada ayat 14. Dimana disebutkan adanya kata alaqah. Alaqah dalam bahasa arab mempunyai beberapa arti. Yaitu leech yang berarti lintah, dan bisa juga diartikan sebagai gumpalan atau darah yang membeku. Mungkin orang-orang akan mempunyai pemikiran yang berbeda-beda mengenai lintah dalam ayat tersebut. Tapi faktanya, embrio manusia pada awalnya memang mempunyai karakteristik yang mirip seperti lintah
Embrio yang berumur sekitar 24-25 hari mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan lintah. Layaknya lintah yang menghisap darah dari induknya, embrio manusia pun juga menghisap nutrisi dari darah ibu yang mengandungnya.

https://islampapers.files.wordpress.com/2013/06/embry_24-25days_and_leech.png/

Tahap berikutnya adalah mudghah. Dalam bahasa arab, mudghah berarti chewed substance, yang dalam bahasa indonesia berarti kunyahan/barang yang dikunyah. Apabila kita makan sebuah permen karet, dan kita mengunyahnya, lalu mengeluarkan permen karet itu, lepehan inilah yang bisa kita bandingkan dengan embrio tahap selanjutnya. Persamaan yang bisa dibandingkan adalah somite (bagian belakang tubuh yang terhubung dari kepala hingga ujung bawah) pada embrio, ternya menyerupai bekas gigitan dari lepehan permen karet itu (menurut Keith L. Moore).


http://www.islam-guide.com/ch1-1-a-img6-big.htm

Beberapa hal yang telah diuraikan diatas, menunjukkan sedikit dari fakta-fakta ilmiah yang ada pada Al Quran. Bisa kita bayangkan, bagaimana bisa Al Quran yang diturunkan beribu tahun yang lalu, mempunyai fakta yang sebegitu modern ini. Tidak jarang para ilmiah yang kagum akan kebenaran Al Quran, dan mereka pun menerima bahwa Al Quran memang benar kitab dari Allah SWT. Contohnya adalah ilmuwan Keith L. Moore.

 Masya Allah sungguh besar kuasa Allah, dan sesungguhnya tambah yakinlah kita bahwa Nabi Muhammad SAW, merupakan utusan Allah.

Source: 
https://islampapers.com/2013/07/26/the-nervous-system-of-the-leech-is-similar-to-the-human-nervous-system/
http://www.islam-guide.com/ch1-1-a.htm/